Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Mamuju, yaitu Pak Lubis dan Ibu Sabrianti, yang memberikan arahan serta penguatan terkait pentingnya peran pemerintah desa dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung program percepatan penurunan stunting.
Dalam sambutannya,Pak Lubis menegaskan bahwa penanganan stunting memerlukan komitmen bersama melalui pendekatan konvergensi yang melibatkan pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, lembaga kemasyarakatan, serta masyarakat. Kolaborasi yang baik diharapkan mampu menghasilkan program dan kegiatan yang tepat sasaran guna meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, serta pola hidup sehat di lingkungan masyarakat.
Rembug Stunting ini juga menjadi forum strategis untuk membahas kondisi stunting di Desa Belang-Belang, mengidentifikasi faktor-faktor penyebab, serta menyusun langkah-langkah prioritas yang akan dilaksanakan secara terpadu. Melalui diskusi dan musyawarah yang konstruktif, seluruh peserta menyatakan komitmennya untuk mendukung berbagai program pencegahan dan penanganan stunting demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Muhammad As'ad selaku fasilitator lapangan memandu jalannya Rembug dengan memberikan penjelasan terkait output dari rembug yakni sebagai bahan untuk penyusunan RKPDes untuk Tahun Anggaran 2027.Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan terbangun kesepahaman dan sinergi yang kuat antar seluruh pihak dalam mendukung target percepatan penurunan stunting, sehingga Desa Belang-Belang dapat menjadi salah satu desa yang berhasil mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera melalui pembangunan sumber daya manusia yang unggul sejak dini.

.jpeg)
0 Komentar