.png) |
| Firman S.Kom Dalam Pemaparannya |
Mamuju 22/04/2026 Rapat Koordinasi dan On the Job Training (OJT) Penggunaan Aplikasi EHDW oleh Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Provinsi Sulawesi Barat kepada TAPM Kabupaten dilaksanakan sebagai upaya peningkatan kapasitas dan penguatan peran pendamping desa dalam mendukung pembangunan berbasis data dalam kegiatan ini Amran Arsyad selaku Kordinator TPP P3MD Provinsi Sulawesi Barat membuka acara secara resmi
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah agenda penting yang bertujuan untuk memperkuat pemahaman serta keterampilan teknis para peserta. Pada sesi pertama, dilakukan pembahasan terkait Media dan Informasi Desa yang disampaikan oleh Usman Rauf selaku narasumber dari TAPM Pusat. Dalam pemaparannya, disampaikan pentingnya pengelolaan media informasi desa sebagai sarana transparansi, publikasi kegiatan, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. Media desa diharapkan mampu menjadi wadah komunikasi yang efektif antara pemerintah desa dan masyarakat terutama TPP
.png) |
| Dok.Pak Usman Rauf Dalam Memaparkan Materi |
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan On the Job Training (OJT) penggunaan Aplikasi EHDW dan SDG's yang dibawakan oleh Firman, S.Kom selaku TAPM Provinsi Sulawesi Barat. Pada sesi ini, peserta diberikan pemahaman teknis sekaligus praktik langsung dalam penggunaan aplikasi EHDW sebagai instrumen pemantauan data konvergensi stunting. Melalui aplikasi ini, diharapkan proses pendataan, pelaporan, dan analisis kondisi stunting di desa dapat dilakukan secara lebih akurat, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Peserta OJT terdiri dari seluruh TAPM Kabupaten yang berasal dari enam kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat. Keterlibatan seluruh TAPM Kabupaten ini menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendampingan desa, khususnya dalam mendukung program percepatan penurunan stunting.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta mampu mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas di wilayah masing-masing, sehingga dapat mendorong terwujudnya desa yang lebih informatif, responsif, dan berbasis data dalam perencanaan pembangunan.
0 Komentar