Dalam rapat koordinasi tersebut, TAPM Provinsi dalam hal ini Firman S.Kom memberikan arahan terkait Alur pemeringkatan dan penggunaan aplikasi pemeringkatan serta strategi pendampingan yang harus dilakukan oleh TAPM Kabupaten. Selain itu, melalui pendekatan OJT, para peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teoritis, tetapi juga praktik langsung.
Kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi aktif bagi TAPM Kabupaten untuk menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan, sekaligus mencari solusi bersama. Dengan adanya pendampingan yang terstruktur dan berkelanjutan, diharapkan TAPM Kabupaten mampu menjalankan perannya secara optimal dalam mendukung BUMDes agar dapat berkembang, mandiri, dan berdaya saing.
Melalui sinergi antara TAPM Provinsi dan TAPM Kabupaten, proses pemeringkatan BUMDes tidak hanya menjadi kegiatan administratif semata, tetapi juga sebagai momentum evaluasi dan peningkatan kinerja BUMDes secara menyeluruh. Pada akhirnya, upaya ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.


0 Komentar