
Dengan jumlah awal sebanyak 550 ekor ayam petelur, usaha ini dirintis sebagai langkah strategis untuk meningkatkan pendapatan desa sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Pemilihan sektor peternakan ayam petelur bukan tanpa alasan, mengingat kebutuhan telur sebagai sumber protein hewani yang terus meningkat di masyarakat, baik di tingkat lokal maupun regional.
Seiring berjalannya waktu dan melalui perawatan yang intensif, manajemen pakan yang baik, serta pengelolaan kandang yang optimal, usaha ini kini telah memasuki masa panen. Hasilnya pun cukup menggembirakan, dengan produksi telur mencapai sekitar 450 hingga 500 butir per hari. Angka ini menunjukkan tingkat produktivitas yang tinggi dan menjadi indikator bahwa usaha yang dijalankan telah berada di jalur yang tepat.
Keberhasilan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan BUMDesa, tetapi juga memberikan efek positif bagi masyarakat Desa Rante Doda. Selain menciptakan lapangan kerja, keberadaan usaha ini juga membantu memenuhi kebutuhan telur di wilayah sekitar, sehingga mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.
Ke depan, BUMDesa Ekso Mandiri Rantedoda diharapkan dapat terus mengembangkan usahanya, baik melalui penambahan jumlah ternak, peningkatan kualitas produksi, maupun pengembangan jaringan pemasaran. Dengan komitmen yang kuat dan dukungan dari berbagai pihak, BUMDesa ini berpotensi menjadi motor penggerak
ekonomi desa yang berkelanjutan dan mandiri.
0 Komentar